hanya ingin berpindah dan terus berpindah, tidak memperhitungkan tujuan apalagi keuntungan, betapa kesepian manusia semacam ini, kebaikannya seringkali disalahpahami, diamnya seringkali dikata sombong, senyumnya seperti orang yang menyeringai seolah sepele dengan orang yang ditatapnya, gerakannya begitu kaku, semangatnya seringkali dikata ambisius, redahnya seperti orang yang putus asa, cara pikirnya seringkali berbeda dengan yang lain dan terlihat rumit, isi bicaranya selalu tentang keyakinan diri. sekali lagi, manusia macam apa ini?
nasib baik kumiliki diriku sendiri, karna banyak orang yang kehilangan dirinya sendiri menjadi palsu.
Comments
Post a Comment