Skip to main content

#32 Berbuat baik bukan hutang yang harus ditagih

Doakan saja yang terbaik untuk kita masing masing, tanpa ada sedikitpun harapan antara kita masing-masing untuk saling memiliki dikemudian hari, saya jamin tidak akan ada rasa sakit karna pengharapan diri sendiri, dan juga agar kita belajar untuk tidak melakukan hal konyol, tidak serasa telah memberi nyawa, banyak rentetan kejadian yang telah dia alami, mungkin saat kamu belum mengenal dia, pertolongan mu hanya bagian kecil kemudahan dan mungkin juga sebenarnya pengaruhnya sangat kecil, tapi dia terlalu pintar untuk cara menghargai orang lain, jangan tertipu dengan hal semacam itulah, sudah kubilang kau akan konyol. paham!

Comments

Popular posts from this blog

#34 Tanggung Sendiri

kita benar benar berkuasa atas apa yang akan kita putuskan dan apa yang akan kita jalani, saya sadari dari sepanjang perjalanan hidup menuju ke pendewasaan diri beberapa keputusan mungkin berat ke arah yang salah, tapi setidaknya kita sadar setelah fase yang disebut penyesalan itu telah terlewati, kita sadar bahwa kita adalah orang yang tangguh dan kuat untuk menopang segala konsekuensi keputusan itu. lucu memang jika dikenang kembali, terkadang sesekali teringat dan langsung membuat diri tersenyum sendiri. jadi ambil tanggung jawab atas keputusan yang dibuat oleh diri sendiri, karna yakinlah hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk diri kita sendiri.

#37 Mengikhlaskan banyak kekalahan

manusia tidak pernah bisa belajar tanpa rasa sakit, kesakitan kesakitan yang dialami sampai telah dilewati mampu jadi pembelajaran yang ampuh untuk kebanyakan orang, bagi yang berpikir dan beruntung mereka selalu berpikir tentang potensi risiko sehingga hanya sedikit melewati kesakitan, ya tetap saja merasakan walau sedikit, bagi yang kurang beruntung yah harus melalui kesakitan dengan porsi yg cukup banyak untuk dapat pembelajaran, bukan tidak berpikir, tapi lebih ke alamiah proses hidup masing-masing, menerima semua menjadikan dewasa, tapi bagi saya melewati semua itu seperti mengikhlaskan banyak kekalahan untuk menjadi pemenang.