Skip to main content

#31 Hanya titik temu

yang pernah sejalan seolah satu tujuan, ternyata salah, entah aku yang sedang berjalan mundur atau sebaliknya kamu yang sedang berjalan mundur, aku yang mengikuti jalanmu atau kamu yang mengikuti jalanku, suatu saat aku atau kamu akan tersadar, dan saat aku ataupun kau tersadar, kita pasti akan berpisah, melanjutkan perjalanan kita masing masing, sejalan kita adalah kemunduran dari salah satu dari kita, hakikat kita manusia selalu ingin lebih baik, pada saat terpisah, setidaknya antara kau dan aku telah menyadari bahwa sebelumnya telah melewati jalan yang sama, anggap saja pengulangan tersebut seperti ketapel, perlu sedikit tarikan kebelakang untuk melesat jauh kedepan.

Comments

Popular posts from this blog

#34 Tanggung Sendiri

kita benar benar berkuasa atas apa yang akan kita putuskan dan apa yang akan kita jalani, saya sadari dari sepanjang perjalanan hidup menuju ke pendewasaan diri beberapa keputusan mungkin berat ke arah yang salah, tapi setidaknya kita sadar setelah fase yang disebut penyesalan itu telah terlewati, kita sadar bahwa kita adalah orang yang tangguh dan kuat untuk menopang segala konsekuensi keputusan itu. lucu memang jika dikenang kembali, terkadang sesekali teringat dan langsung membuat diri tersenyum sendiri. jadi ambil tanggung jawab atas keputusan yang dibuat oleh diri sendiri, karna yakinlah hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk diri kita sendiri.

#37 Mengikhlaskan banyak kekalahan

manusia tidak pernah bisa belajar tanpa rasa sakit, kesakitan kesakitan yang dialami sampai telah dilewati mampu jadi pembelajaran yang ampuh untuk kebanyakan orang, bagi yang berpikir dan beruntung mereka selalu berpikir tentang potensi risiko sehingga hanya sedikit melewati kesakitan, ya tetap saja merasakan walau sedikit, bagi yang kurang beruntung yah harus melalui kesakitan dengan porsi yg cukup banyak untuk dapat pembelajaran, bukan tidak berpikir, tapi lebih ke alamiah proses hidup masing-masing, menerima semua menjadikan dewasa, tapi bagi saya melewati semua itu seperti mengikhlaskan banyak kekalahan untuk menjadi pemenang.