Skip to main content

#25 Seandainya kujatuh cinta sejatuh-jatuhnya

Seandainya kujatuh cinta sejatuh-jatuhnya, aku berharap tuhan menjatuhkan kepada seorang jodohku, karena jatuh cinta kepada jodoh orang lain hanya akan menghancurkan dan butuh waktu pulih, dan itu akan sangat membosankan dan membuat waktu tersia-siakan,
Seandainya kujatuh cinta sejatuh-jatuhnya, tidak harus orang tersebut langsung jatuh cinta kepada ku, karena betahap akan lebih baik, menata setapak demi setapak akan membuat lebih kokoh sehingga tidak ada cela yang tidak terisi,
seandainya seorang jodoh ku tersebut telah hadir disekitarku, tolong berikan cahaya yang paling terang padanya, sehingga menyilaukan mataku dan aku akan segera menjemputnya.

Comments

Popular posts from this blog

#34 Tanggung Sendiri

kita benar benar berkuasa atas apa yang akan kita putuskan dan apa yang akan kita jalani, saya sadari dari sepanjang perjalanan hidup menuju ke pendewasaan diri beberapa keputusan mungkin berat ke arah yang salah, tapi setidaknya kita sadar setelah fase yang disebut penyesalan itu telah terlewati, kita sadar bahwa kita adalah orang yang tangguh dan kuat untuk menopang segala konsekuensi keputusan itu. lucu memang jika dikenang kembali, terkadang sesekali teringat dan langsung membuat diri tersenyum sendiri. jadi ambil tanggung jawab atas keputusan yang dibuat oleh diri sendiri, karna yakinlah hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk diri kita sendiri.

#37 Mengikhlaskan banyak kekalahan

manusia tidak pernah bisa belajar tanpa rasa sakit, kesakitan kesakitan yang dialami sampai telah dilewati mampu jadi pembelajaran yang ampuh untuk kebanyakan orang, bagi yang berpikir dan beruntung mereka selalu berpikir tentang potensi risiko sehingga hanya sedikit melewati kesakitan, ya tetap saja merasakan walau sedikit, bagi yang kurang beruntung yah harus melalui kesakitan dengan porsi yg cukup banyak untuk dapat pembelajaran, bukan tidak berpikir, tapi lebih ke alamiah proses hidup masing-masing, menerima semua menjadikan dewasa, tapi bagi saya melewati semua itu seperti mengikhlaskan banyak kekalahan untuk menjadi pemenang.