Skip to main content

#16 Akhirnya saya menulis dulu

Kok aneh ya judulnya akhirnya saya menulis dulu, yah karena saya membuat tulisan ini disela-sela jam kerja sehingga saya mendahulukan menulis di blog ini baru lanjut lagi, karena terkadang menulis sangat ampuh untuk menghilangkan kebosanan.

Oke ini tentang saya yang akan mulai menulis lagi (siapa yang peduli yak,hahaha).
Sebenarnya sudah cukup lama saya memendam rasa ini, oh bukan maksud rasa yang anu, tapi rasa ingin nulis lagi maksudnya, dimulai dari saya magang kuliah, menulis skripsi, menimbun banyak film untuk persiapan nganggur, cerita saat tes kerja, cerita awal-awal bekerja dan cerita-cerita lainnya, termasuk cerita tentang cinta (cerita ini mungkin akan terkubur bersama saya ketika mati karna hanya saya yang simpan,hahaha).

Tapi niat tetaplah niat jika tidak dilaksanakan, jadi oke akan saya mulai lagi dan akan saya tuangkan segala kebosanan dan keluh kesah saya dari dunia nyata ke dunia maya ini.

Comments

Popular posts from this blog

#34 Tanggung Sendiri

kita benar benar berkuasa atas apa yang akan kita putuskan dan apa yang akan kita jalani, saya sadari dari sepanjang perjalanan hidup menuju ke pendewasaan diri beberapa keputusan mungkin berat ke arah yang salah, tapi setidaknya kita sadar setelah fase yang disebut penyesalan itu telah terlewati, kita sadar bahwa kita adalah orang yang tangguh dan kuat untuk menopang segala konsekuensi keputusan itu. lucu memang jika dikenang kembali, terkadang sesekali teringat dan langsung membuat diri tersenyum sendiri. jadi ambil tanggung jawab atas keputusan yang dibuat oleh diri sendiri, karna yakinlah hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk diri kita sendiri.

#37 Mengikhlaskan banyak kekalahan

manusia tidak pernah bisa belajar tanpa rasa sakit, kesakitan kesakitan yang dialami sampai telah dilewati mampu jadi pembelajaran yang ampuh untuk kebanyakan orang, bagi yang berpikir dan beruntung mereka selalu berpikir tentang potensi risiko sehingga hanya sedikit melewati kesakitan, ya tetap saja merasakan walau sedikit, bagi yang kurang beruntung yah harus melalui kesakitan dengan porsi yg cukup banyak untuk dapat pembelajaran, bukan tidak berpikir, tapi lebih ke alamiah proses hidup masing-masing, menerima semua menjadikan dewasa, tapi bagi saya melewati semua itu seperti mengikhlaskan banyak kekalahan untuk menjadi pemenang.